BeElPe Arsip Jaringan Goresan


Layout Name: Suara Gelombang
Layout By: annafarays
Images: Photobucket

ShoutMix - Live chat software

POSTED ON: <@ Sunday, January 04, 2009 | 0 comments

Clash Action

Berita soal tingginya kunjungan wisatawan ke Sumbar ko memang alah acok bana dimuek baiak dek koran lokal maupun oleh media lain di Padang...bagi ambo itu sah sah sajo, namun dari sisi jurnalistik (dek karano ambo pernah jadi wartawan) sangat disayangkan karano sumber dari berita ko cuma kapalo dinas pariwisata surang se...

ciek lai...dalam pandangan ambo, apo yang disampaikan oleh kepala dinas dan direkam serta diberitakan mentah mentah oleh wartawan ko sangat tidak masuk akal darima Pak Kapalo Dinas ko maambiak data..? apakah dari angka kedatangan penumpang di Bandara, atau dari angka penjualan karcis ke tempat wisata sangat tidak jelas dan tidak pula di jelaskan oleh kedua belah piak yang menurut ambo alah samo samo manjua kecap. 

Kalau data yang diambiak adalah data penumpang pesawat terbang di Bandara Internasional Minangkabau maka kacau balau lah sadonyo...sebab (sebagai bahan masukan) salamo bulan Oktober sampai Desember ko se ambo alah 9 kali bolak baliak ka Padang melalui BIM. dan baitu juo dengan kawan atau dunsanak lainnyo. 

AMbo pernah batamu dan maota lamo jo Da Ade (dulu di Rimbun Sumatera Tours and Travel) inyo juo heran sebab sapangatahuan inyo jumlah kunjungan wisatawan tidak mengalami kenaikan yang signifikan do.. 

Ambo kiro dalam dalam hal iko MAPPAS sebagai lembaga yang peduli dengan pariwisata hrs mengeluarkan pernyataan agar kekeliruan ko indak balanjuik taruih doh atau setidaknya minta klarifikasi soal angka kunjungan yang fantastis tu..

Ciek lai ambo dalam beberapa hari ko acok ceting jo kawan kawan yang  mangadu banyak koleganyo membatalkan kedatangan ka Bukiktinggi gara gara Walikota ma'agiah baju ka Jam Gadang tu..

Ambo kiro agar penutupan jam gadang ko indak jadi event tiok tahun yang akan merugikan wisata Sumbar, ancak awak kumpuakan tanda tangan untuak menolak PENUTUPAN JAM GADANG pada tahun berikutnya..dan sekaligus mewacanakan untuk melakukan gugatan CLASH ACTION terhadap Walikota Bukittinggi karano keputusannyo MENUTUP JAM GADANG..

Kenapa Clash Action/Legal Standing dan kenapa pula hal ini perlu kita lakukan khususnya kawan kawan di ASITA dan PHRI karena Jam Gadang bukan lagi menjadi milik orang Bukittinggi namun Jam Gadang sudah menjadi ikon nasional dan ditetapkan sebagai salah satu lokasi tujuan wisata indonesia. 

Kita sering melihat iklan iklan di TV, Majalah, adanya gambar Jam Gadang dalam iklan promosi pariwisata Indonesia. Jadi dapatlah kita tarik kesimpulan bahwa keputusan pemerintah kota Bukittinggi menutup Jam Gadang adalah sebuah tindakah yang sangat disesalkan dan tidak menghormati aset budaya dan pariwisata nasional.

← Older / Scroll Back Up / Newer →

Boby Lukman Suardi Piliang, A.Md

Boby Piliang

Lahir di Padang, 18 Juni 1976 di sebuah rumah kecil di Jalan Raden Saleh Padang. Ia memaksa ibunya untuk melahirkan di rumah. Diberi nama BOBY SUARDI, namun tak lama mendapat nama kehormatan dari buyutnya dengan penambahan LUKMAN (huruf besar) di antara dua kata menjadi BOBY LUKMAN SUARDI. Bergelar Sidi, tidak punya gelar adat. Dipanggil Boby di luar rumah, di panggil Bobo oleh orang dekat. Tahun terakhir memakai inisial BLP, P adalah PILIANG, dan menanggalkan nama Suardi karena tidak mau lagi memakainya. Menikah dengan Fitriani Lukman yang ditemuinya pertama kali di Stasiun Kereta Pondok Cina - Universitas Indonesia tahun 2006 lalu. Pernah bekerja sebagai wartawan, lalu keluar karena pingin jadi orang kaya. Punya istana kecil di Ladang Padi Hutan Raya Bung Hatta Padang, pernah di fitnah, dan kini kesepian di tengah keramaian. Pernah kecelakaan motor, pernah manjat tebing, pernah naik gunung dan jatuh dari atap rumah dan pernah kehujanan hingga menggigil dan selalu menangis ketika hujan tiba.

☮ 18 Juni 2000 !

Arsip Lama

→ Selamat tahun baru...
→ Pergi.. Sesungguhnya ia sudah memberi sinyal jauh ...
→ Aku masih disini Aku masih disini, setia dengan k...
→ Kambuh.... Sakit di kaki dan bahu ini kambuh lagi...
→ Chat With Piensweet_pien: kok dipajang lagi sich f...
→ IJP Selemat Menempuh Hidup BaruDalam kereta listri...
→ Lembaran lama Sesaat setelah membuka album lama d...
→ Maka bergeraklah gerbong orang mudaBeberapa waktu ...
→
→ Habis Manis, Sepah di Recycle Bin Kalau ada ung...

Arsip Bulan per Bulan

→ 05/01/2004 - 06/01/2004
→ 06/01/2004 - 07/01/2004
→ 07/01/2004 - 08/01/2004
→ 08/01/2004 - 09/01/2004
→ 09/01/2004 - 10/01/2004
→ 11/01/2004 - 12/01/2004
→ 12/01/2004 - 01/01/2005
→ 01/01/2005 - 02/01/2005
→ 02/01/2005 - 03/01/2005
→ 03/01/2005 - 04/01/2005
→ 04/01/2005 - 05/01/2005
→ 05/01/2005 - 06/01/2005
→ 07/01/2005 - 08/01/2005
→ 08/01/2005 - 09/01/2005
→ 09/01/2005 - 10/01/2005
→ 10/01/2005 - 11/01/2005
→ 11/01/2005 - 12/01/2005
→ 12/01/2005 - 01/01/2006
→ 01/01/2006 - 02/01/2006
→ 02/01/2006 - 03/01/2006
→ 03/01/2006 - 04/01/2006
→ 04/01/2006 - 05/01/2006
→ 05/01/2006 - 06/01/2006
→ 06/01/2006 - 07/01/2006
→ 07/01/2006 - 08/01/2006
→ 08/01/2006 - 09/01/2006
→ 09/01/2006 - 10/01/2006
→ 10/01/2006 - 11/01/2006
→ 11/01/2006 - 12/01/2006
→ 12/01/2006 - 01/01/2007
→ 01/01/2007 - 02/01/2007
→ 02/01/2007 - 03/01/2007
→ 03/01/2007 - 04/01/2007
→ 04/01/2007 - 05/01/2007
→ 05/01/2007 - 06/01/2007
→ 07/01/2007 - 08/01/2007
→ 09/01/2007 - 10/01/2007
→ 11/01/2007 - 12/01/2007
→ 02/01/2008 - 03/01/2008
→ 04/01/2008 - 05/01/2008
→ 05/01/2008 - 06/01/2008
→ 06/01/2008 - 07/01/2008
→ 07/01/2008 - 08/01/2008
→ 08/01/2008 - 09/01/2008
→ 10/01/2008 - 11/01/2008
→ 12/01/2008 - 01/01/2009
→ 01/01/2009 - 02/01/2009
→ 07/01/2009 - 08/01/2009
→ 10/01/2009 - 11/01/2009
→ 06/01/2010 - 07/01/2010
→ 07/01/2010 - 08/01/2010
→ 08/01/2010 - 09/01/2010
→ 11/01/2010 - 12/01/2010
→ 12/01/2010 - 01/01/2011
→ 09/01/2011 - 10/01/2011
→ 12/01/2011 - 01/01/2012
→ 01/01/2012 - 02/01/2012

My Cute One and Her Mom

Link | Link | Link | Link | Link | Link | Link | Link | Link

POSTED ON: | 0 comments

Clash Action

Berita soal tingginya kunjungan wisatawan ke Sumbar ko memang alah acok bana dimuek baiak dek koran lokal maupun oleh media lain di Padang...bagi ambo itu sah sah sajo, namun dari sisi jurnalistik (dek karano ambo pernah jadi wartawan) sangat disayangkan karano sumber dari berita ko cuma kapalo dinas pariwisata surang se...

ciek lai...dalam pandangan ambo, apo yang disampaikan oleh kepala dinas dan direkam serta diberitakan mentah mentah oleh wartawan ko sangat tidak masuk akal darima Pak Kapalo Dinas ko maambiak data..? apakah dari angka kedatangan penumpang di Bandara, atau dari angka penjualan karcis ke tempat wisata sangat tidak jelas dan tidak pula di jelaskan oleh kedua belah piak yang menurut ambo alah samo samo manjua kecap. 

Kalau data yang diambiak adalah data penumpang pesawat terbang di Bandara Internasional Minangkabau maka kacau balau lah sadonyo...sebab (sebagai bahan masukan) salamo bulan Oktober sampai Desember ko se ambo alah 9 kali bolak baliak ka Padang melalui BIM. dan baitu juo dengan kawan atau dunsanak lainnyo. 

AMbo pernah batamu dan maota lamo jo Da Ade (dulu di Rimbun Sumatera Tours and Travel) inyo juo heran sebab sapangatahuan inyo jumlah kunjungan wisatawan tidak mengalami kenaikan yang signifikan do.. 

Ambo kiro dalam dalam hal iko MAPPAS sebagai lembaga yang peduli dengan pariwisata hrs mengeluarkan pernyataan agar kekeliruan ko indak balanjuik taruih doh atau setidaknya minta klarifikasi soal angka kunjungan yang fantastis tu..

Ciek lai ambo dalam beberapa hari ko acok ceting jo kawan kawan yang  mangadu banyak koleganyo membatalkan kedatangan ka Bukiktinggi gara gara Walikota ma'agiah baju ka Jam Gadang tu..

Ambo kiro agar penutupan jam gadang ko indak jadi event tiok tahun yang akan merugikan wisata Sumbar, ancak awak kumpuakan tanda tangan untuak menolak PENUTUPAN JAM GADANG pada tahun berikutnya..dan sekaligus mewacanakan untuk melakukan gugatan CLASH ACTION terhadap Walikota Bukittinggi karano keputusannyo MENUTUP JAM GADANG..

Kenapa Clash Action/Legal Standing dan kenapa pula hal ini perlu kita lakukan khususnya kawan kawan di ASITA dan PHRI karena Jam Gadang bukan lagi menjadi milik orang Bukittinggi namun Jam Gadang sudah menjadi ikon nasional dan ditetapkan sebagai salah satu lokasi tujuan wisata indonesia. 

Kita sering melihat iklan iklan di TV, Majalah, adanya gambar Jam Gadang dalam iklan promosi pariwisata Indonesia. Jadi dapatlah kita tarik kesimpulan bahwa keputusan pemerintah kota Bukittinggi menutup Jam Gadang adalah sebuah tindakah yang sangat disesalkan dan tidak menghormati aset budaya dan pariwisata nasional.

← Older / Scroll Back Up / Newer →