BeElPe Arsip Jaringan Goresan


Layout Name: Suara Gelombang
Layout By: annafarays
Images: Photobucket

ShoutMix - Live chat software

POSTED ON: <@ Wednesday, June 23, 2010 | 0 comments

Apa Kabar Prancis, Inggris, Italia, Jerman

Andi Mastian, sahabat saya di Posko Pilkada Partai Golkar menyebutkan, ia ingin sekali melihat pemain dan official Tim Irlandia duduk di tribun penonton memakai seragam lengkap dan membentangkan spanduk besar bertuliskan "KAMILAH YANG SEHARUSNYA BERMAIN DI TOURNAMENT INI" pada saat Tim Nasional Perancis bertanding. Sungguh menurut saya itu bukan sekedar ungkapan kekesalan, namun lebih dari itu, mengambarkan kemarahan yang ammat sangat atas "ulah' Tierry Henry yang memasukkan bola ke gawang Irlandia pada saat babak play off Piala Dunia.

Sebenarnya para pemain Perancis memang tidak layak bermain di event akbar Piala Dunia, mereka sebaiknya duduk manis di depan TV sambil memamah Pop corn dan roti keju, sambil sesekali mengangkat gelas sampagne atau berlibur di kepulauan Karibia yang eksotis atau mungkin juga menikmati partai uji coba bersama klub yang membesarkan mereka di liga liga eropa.

Lihatlah bagaimana mereka bermain bola, sungguh bukan seperti Perancis yang kalah heroik di Final Germany 2006 dari Gladiator Marcello Lippi atau ketika membenamkan Raksasa Amerika Latin di Stade de France tahun 1998 lalu. Mereka memang ayam kinantan yang berubah menjadi ayam sayur, tidak ada pola bermain dan kebingungan.

Perancis hanya bergantung pada seorang Frank Ribery sebagai pengatur serangan dan Nicolas Anelka sebagai tukang pukul di lini depan. pasukan Raymond Domenech lebih mirip anak SSB daripada sekumpulan pemain bergaji mahal dan bermain di klub elit Eropa.

Tak ubahnya dengan Gladiatornya Marcelo Lippi, Pansernya Joachim Leow atau Singa singanya Don Capello.

Piala Dunia kali ini selain miskin gol, juga memberikan banyak kejutan. Siapa sangka Serbia yang kecil markucil itu bisa menjinakkan Miroslav Klose dan kawan kawan, atau anak anak Abang Sam yang lebih akrab dengan nyanyi rap dan basket malah bisa menahan imbang Inggris yang mengaku sebagai tanah lahirnya sepak bola.

Sungguh inilah pesta sepakbola dunia yang benyak memberikan kejutan, jadi jangan salah jika kemudian pasar taruhan kacau balau dan mata yang rela menahan kantuk menyumpah karena tim tim unggulan kalah atau bermain asal asalan melawan klub semenjana

← Older / Scroll Back Up / Newer →

Boby Lukman Suardi Piliang, A.Md

Boby Piliang

Lahir di Padang, 18 Juni 1976 di sebuah rumah kecil di Jalan Raden Saleh Padang. Ia memaksa ibunya untuk melahirkan di rumah. Diberi nama BOBY SUARDI, namun tak lama mendapat nama kehormatan dari buyutnya dengan penambahan LUKMAN (huruf besar) di antara dua kata menjadi BOBY LUKMAN SUARDI. Bergelar Sidi, tidak punya gelar adat. Dipanggil Boby di luar rumah, di panggil Bobo oleh orang dekat. Tahun terakhir memakai inisial BLP, P adalah PILIANG, dan menanggalkan nama Suardi karena tidak mau lagi memakainya. Menikah dengan Fitriani Lukman yang ditemuinya pertama kali di Stasiun Kereta Pondok Cina - Universitas Indonesia tahun 2006 lalu. Pernah bekerja sebagai wartawan, lalu keluar karena pingin jadi orang kaya. Punya istana kecil di Ladang Padi Hutan Raya Bung Hatta Padang, pernah di fitnah, dan kini kesepian di tengah keramaian. Pernah kecelakaan motor, pernah manjat tebing, pernah naik gunung dan jatuh dari atap rumah dan pernah kehujanan hingga menggigil dan selalu menangis ketika hujan tiba.

☮ 18 Juni 2000 !

Arsip Lama

→ Sesuatu (Yang Mungkin) Tidak Perlu Disampaikan ...
→ Hasil Survey Sebagai Alat Propaganda Politik Med...
→ Bunda... di post di FB tgl 28 Agustus Bu...hari...
→ In Memorium Harfianto (Wartawan POSMETRO PADANG) ...
→ Gamawan dan Kita yang Gelisah (sebuah ungkapan man...
→ Prasasti...Di halaman ini tertatam sebuah prasasti...
→ RESOLUSI NOMOR I/JAN/2009 DENGAN MEMPERHATIKAN KEA...
→ Clash Action Berita soal tingginya kunjungan wisat...
→ Selamat tahun baru...
→ Pergi.. Sesungguhnya ia sudah memberi sinyal jauh ...

Arsip Bulan per Bulan

→ 05/01/2004 - 06/01/2004
→ 06/01/2004 - 07/01/2004
→ 07/01/2004 - 08/01/2004
→ 08/01/2004 - 09/01/2004
→ 09/01/2004 - 10/01/2004
→ 11/01/2004 - 12/01/2004
→ 12/01/2004 - 01/01/2005
→ 01/01/2005 - 02/01/2005
→ 02/01/2005 - 03/01/2005
→ 03/01/2005 - 04/01/2005
→ 04/01/2005 - 05/01/2005
→ 05/01/2005 - 06/01/2005
→ 07/01/2005 - 08/01/2005
→ 08/01/2005 - 09/01/2005
→ 09/01/2005 - 10/01/2005
→ 10/01/2005 - 11/01/2005
→ 11/01/2005 - 12/01/2005
→ 12/01/2005 - 01/01/2006
→ 01/01/2006 - 02/01/2006
→ 02/01/2006 - 03/01/2006
→ 03/01/2006 - 04/01/2006
→ 04/01/2006 - 05/01/2006
→ 05/01/2006 - 06/01/2006
→ 06/01/2006 - 07/01/2006
→ 07/01/2006 - 08/01/2006
→ 08/01/2006 - 09/01/2006
→ 09/01/2006 - 10/01/2006
→ 10/01/2006 - 11/01/2006
→ 11/01/2006 - 12/01/2006
→ 12/01/2006 - 01/01/2007
→ 01/01/2007 - 02/01/2007
→ 02/01/2007 - 03/01/2007
→ 03/01/2007 - 04/01/2007
→ 04/01/2007 - 05/01/2007
→ 05/01/2007 - 06/01/2007
→ 07/01/2007 - 08/01/2007
→ 09/01/2007 - 10/01/2007
→ 11/01/2007 - 12/01/2007
→ 02/01/2008 - 03/01/2008
→ 04/01/2008 - 05/01/2008
→ 05/01/2008 - 06/01/2008
→ 06/01/2008 - 07/01/2008
→ 07/01/2008 - 08/01/2008
→ 08/01/2008 - 09/01/2008
→ 10/01/2008 - 11/01/2008
→ 12/01/2008 - 01/01/2009
→ 01/01/2009 - 02/01/2009
→ 07/01/2009 - 08/01/2009
→ 10/01/2009 - 11/01/2009
→ 06/01/2010 - 07/01/2010
→ 07/01/2010 - 08/01/2010
→ 08/01/2010 - 09/01/2010
→ 11/01/2010 - 12/01/2010
→ 12/01/2010 - 01/01/2011
→ 09/01/2011 - 10/01/2011
→ 12/01/2011 - 01/01/2012
→ 01/01/2012 - 02/01/2012

My Cute One and Her Mom

Link | Link | Link | Link | Link | Link | Link | Link | Link

POSTED ON: | 0 comments

Apa Kabar Prancis, Inggris, Italia, Jerman

Andi Mastian, sahabat saya di Posko Pilkada Partai Golkar menyebutkan, ia ingin sekali melihat pemain dan official Tim Irlandia duduk di tribun penonton memakai seragam lengkap dan membentangkan spanduk besar bertuliskan "KAMILAH YANG SEHARUSNYA BERMAIN DI TOURNAMENT INI" pada saat Tim Nasional Perancis bertanding. Sungguh menurut saya itu bukan sekedar ungkapan kekesalan, namun lebih dari itu, mengambarkan kemarahan yang ammat sangat atas "ulah' Tierry Henry yang memasukkan bola ke gawang Irlandia pada saat babak play off Piala Dunia.

Sebenarnya para pemain Perancis memang tidak layak bermain di event akbar Piala Dunia, mereka sebaiknya duduk manis di depan TV sambil memamah Pop corn dan roti keju, sambil sesekali mengangkat gelas sampagne atau berlibur di kepulauan Karibia yang eksotis atau mungkin juga menikmati partai uji coba bersama klub yang membesarkan mereka di liga liga eropa.

Lihatlah bagaimana mereka bermain bola, sungguh bukan seperti Perancis yang kalah heroik di Final Germany 2006 dari Gladiator Marcello Lippi atau ketika membenamkan Raksasa Amerika Latin di Stade de France tahun 1998 lalu. Mereka memang ayam kinantan yang berubah menjadi ayam sayur, tidak ada pola bermain dan kebingungan.

Perancis hanya bergantung pada seorang Frank Ribery sebagai pengatur serangan dan Nicolas Anelka sebagai tukang pukul di lini depan. pasukan Raymond Domenech lebih mirip anak SSB daripada sekumpulan pemain bergaji mahal dan bermain di klub elit Eropa.

Tak ubahnya dengan Gladiatornya Marcelo Lippi, Pansernya Joachim Leow atau Singa singanya Don Capello.

Piala Dunia kali ini selain miskin gol, juga memberikan banyak kejutan. Siapa sangka Serbia yang kecil markucil itu bisa menjinakkan Miroslav Klose dan kawan kawan, atau anak anak Abang Sam yang lebih akrab dengan nyanyi rap dan basket malah bisa menahan imbang Inggris yang mengaku sebagai tanah lahirnya sepak bola.

Sungguh inilah pesta sepakbola dunia yang benyak memberikan kejutan, jadi jangan salah jika kemudian pasar taruhan kacau balau dan mata yang rela menahan kantuk menyumpah karena tim tim unggulan kalah atau bermain asal asalan melawan klub semenjana

← Older / Scroll Back Up / Newer →