BeElPe Arsip Jaringan Goresan


Layout Name: Suara Gelombang
Layout By: annafarays
Images: Photobucket

ShoutMix - Live chat software

POSTED ON: <@ Thursday, August 26, 2010 | 0 comments

Surat untuk Gadis Kecilku

Ra, Allah tidak pernah tidur nak, Ia selalu terbangun, tidak pernah mengantuk seperti kita, Ia selalu melihat, memperhatikan dan mendengar apa yang kita lakukan, dan kita katakan. Bahkan Allah mendengar doa doa dalam hati kita sayangku.

Doamu Nak, agar kita bisa berlebaran, menikmati Idul Fitri bersama adalah doa paling indah yang pernah aku dengar meski berantara sinyal kemajuan zaman. Gadis kecilku yang cantik, Insya Allah kita akan berlebaran nak, ke Masjid, berfoto bersama, main ke rumah nenek, aki, dan tentu saja kita akan berlarian di jalan menuju sawah yang biasa kita jadikan lokasi pemotretan. Ha a, anak kecil sepertimu pastilah bahagia sekali. Namun lebaran bukan baju baru sayang, bukan kue kue enak atau kemewahan, dan bukan pula pesta pora seolah lepas dari penjara waktu 30 hari.

Lebaran adalah doa doa kepada Yang Maha Kuasa agar kita diberi kembali kesematan untuk bertemu dengan Ramadhan tahun depan dan tahun berikutnya. Sayangku, ingin rasanya mengendongmu saat ini, mendengar ceritamu tentang ikan, kucing dan apa saja yang ingin kau ceritakan. Ingin juga rasanya menikmati gaya centilmu di depan kameraku dan tertawa lepas ketika melihat hal yang kau anggap lucu. Duniamu memang indah Nak. O ya, maafkan aku, aku pernah berkata pada bundamu, agar kau tidak menjadi besar dan bertambah umur, seusia sekarang saja, karena belum puasa rasanya melihatmu dengan gaya seperti ini. Tapi itu hanya bercanda gadis kecil, dan Tuhanpun pasti tertawa mendengarnya.

Ra, kamu masih ingat Nak ?, saat memberikan uang kepada kakek tua di depan Jam Gadang itu, atau saat keningmu berkerut melihat anak sebayamu digendong ibunya yang menadahkan tangan saat kita berhenti di lampu merah. Mereka juga bagian dari kita sayang cantik...Jadi berlebaranlah dengan sederhana seperti Muhammad SAW ajarkan kepada Fatimah Azzahra.

Sabtu ini Insya Allah kita akan bertemu lagi, berdoalah semua akan berjalan baik, kita akan main bersama, bersepeda, berfoto, melihat ikan di kolam, dan ritual lain yang biasa kita lakukan saat bersama. Anakku, jangan nakal, jangan bandel karena anak nakal dan bandel tidak masuk SORGA.

Okeh...
Peluk cium untukmu gadis kecil..
Love u...

← Older / Scroll Back Up / Newer →

Boby Lukman Suardi Piliang, A.Md

Boby Piliang

Lahir di Padang, 18 Juni 1976 di sebuah rumah kecil di Jalan Raden Saleh Padang. Ia memaksa ibunya untuk melahirkan di rumah. Diberi nama BOBY SUARDI, namun tak lama mendapat nama kehormatan dari buyutnya dengan penambahan LUKMAN (huruf besar) di antara dua kata menjadi BOBY LUKMAN SUARDI. Bergelar Sidi, tidak punya gelar adat. Dipanggil Boby di luar rumah, di panggil Bobo oleh orang dekat. Tahun terakhir memakai inisial BLP, P adalah PILIANG, dan menanggalkan nama Suardi karena tidak mau lagi memakainya. Menikah dengan Fitriani Lukman yang ditemuinya pertama kali di Stasiun Kereta Pondok Cina - Universitas Indonesia tahun 2006 lalu. Pernah bekerja sebagai wartawan, lalu keluar karena pingin jadi orang kaya. Punya istana kecil di Ladang Padi Hutan Raya Bung Hatta Padang, pernah di fitnah, dan kini kesepian di tengah keramaian. Pernah kecelakaan motor, pernah manjat tebing, pernah naik gunung dan jatuh dari atap rumah dan pernah kehujanan hingga menggigil dan selalu menangis ketika hujan tiba.

☮ 18 Juni 2000 !

Arsip Lama

→ Kenapa...? Sayang, hari hariku menjadi asing seka...
→ Sayangku, Izinkan aku Menulis Izinkan aku menulis...
→ Begini SajaIni tentang cinta sayangku, Sesuatu ya...
→ Kisah Sedih seorang Boby Punah benar rasanya saya...
→ Bantahan Saya Begitu banyak fitnah dan hasutan ya...
→ Apa Kabar Prancis, Inggris, Italia, Jerman Andi M...
→ Sesuatu (Yang Mungkin) Tidak Perlu Disampaikan ...
→ Hasil Survey Sebagai Alat Propaganda Politik Med...
→ Bunda... di post di FB tgl 28 Agustus Bu...hari...
→ In Memorium Harfianto (Wartawan POSMETRO PADANG) ...

Arsip Bulan per Bulan

→ 05/01/2004 - 06/01/2004
→ 06/01/2004 - 07/01/2004
→ 07/01/2004 - 08/01/2004
→ 08/01/2004 - 09/01/2004
→ 09/01/2004 - 10/01/2004
→ 11/01/2004 - 12/01/2004
→ 12/01/2004 - 01/01/2005
→ 01/01/2005 - 02/01/2005
→ 02/01/2005 - 03/01/2005
→ 03/01/2005 - 04/01/2005
→ 04/01/2005 - 05/01/2005
→ 05/01/2005 - 06/01/2005
→ 07/01/2005 - 08/01/2005
→ 08/01/2005 - 09/01/2005
→ 09/01/2005 - 10/01/2005
→ 10/01/2005 - 11/01/2005
→ 11/01/2005 - 12/01/2005
→ 12/01/2005 - 01/01/2006
→ 01/01/2006 - 02/01/2006
→ 02/01/2006 - 03/01/2006
→ 03/01/2006 - 04/01/2006
→ 04/01/2006 - 05/01/2006
→ 05/01/2006 - 06/01/2006
→ 06/01/2006 - 07/01/2006
→ 07/01/2006 - 08/01/2006
→ 08/01/2006 - 09/01/2006
→ 09/01/2006 - 10/01/2006
→ 10/01/2006 - 11/01/2006
→ 11/01/2006 - 12/01/2006
→ 12/01/2006 - 01/01/2007
→ 01/01/2007 - 02/01/2007
→ 02/01/2007 - 03/01/2007
→ 03/01/2007 - 04/01/2007
→ 04/01/2007 - 05/01/2007
→ 05/01/2007 - 06/01/2007
→ 07/01/2007 - 08/01/2007
→ 09/01/2007 - 10/01/2007
→ 11/01/2007 - 12/01/2007
→ 02/01/2008 - 03/01/2008
→ 04/01/2008 - 05/01/2008
→ 05/01/2008 - 06/01/2008
→ 06/01/2008 - 07/01/2008
→ 07/01/2008 - 08/01/2008
→ 08/01/2008 - 09/01/2008
→ 10/01/2008 - 11/01/2008
→ 12/01/2008 - 01/01/2009
→ 01/01/2009 - 02/01/2009
→ 07/01/2009 - 08/01/2009
→ 10/01/2009 - 11/01/2009
→ 06/01/2010 - 07/01/2010
→ 07/01/2010 - 08/01/2010
→ 08/01/2010 - 09/01/2010
→ 11/01/2010 - 12/01/2010
→ 12/01/2010 - 01/01/2011
→ 09/01/2011 - 10/01/2011
→ 12/01/2011 - 01/01/2012
→ 01/01/2012 - 02/01/2012

My Cute One and Her Mom

Link | Link | Link | Link | Link | Link | Link | Link | Link

POSTED ON: | 0 comments

Surat untuk Gadis Kecilku

Ra, Allah tidak pernah tidur nak, Ia selalu terbangun, tidak pernah mengantuk seperti kita, Ia selalu melihat, memperhatikan dan mendengar apa yang kita lakukan, dan kita katakan. Bahkan Allah mendengar doa doa dalam hati kita sayangku.

Doamu Nak, agar kita bisa berlebaran, menikmati Idul Fitri bersama adalah doa paling indah yang pernah aku dengar meski berantara sinyal kemajuan zaman. Gadis kecilku yang cantik, Insya Allah kita akan berlebaran nak, ke Masjid, berfoto bersama, main ke rumah nenek, aki, dan tentu saja kita akan berlarian di jalan menuju sawah yang biasa kita jadikan lokasi pemotretan. Ha a, anak kecil sepertimu pastilah bahagia sekali. Namun lebaran bukan baju baru sayang, bukan kue kue enak atau kemewahan, dan bukan pula pesta pora seolah lepas dari penjara waktu 30 hari.

Lebaran adalah doa doa kepada Yang Maha Kuasa agar kita diberi kembali kesematan untuk bertemu dengan Ramadhan tahun depan dan tahun berikutnya. Sayangku, ingin rasanya mengendongmu saat ini, mendengar ceritamu tentang ikan, kucing dan apa saja yang ingin kau ceritakan. Ingin juga rasanya menikmati gaya centilmu di depan kameraku dan tertawa lepas ketika melihat hal yang kau anggap lucu. Duniamu memang indah Nak. O ya, maafkan aku, aku pernah berkata pada bundamu, agar kau tidak menjadi besar dan bertambah umur, seusia sekarang saja, karena belum puasa rasanya melihatmu dengan gaya seperti ini. Tapi itu hanya bercanda gadis kecil, dan Tuhanpun pasti tertawa mendengarnya.

Ra, kamu masih ingat Nak ?, saat memberikan uang kepada kakek tua di depan Jam Gadang itu, atau saat keningmu berkerut melihat anak sebayamu digendong ibunya yang menadahkan tangan saat kita berhenti di lampu merah. Mereka juga bagian dari kita sayang cantik...Jadi berlebaranlah dengan sederhana seperti Muhammad SAW ajarkan kepada Fatimah Azzahra.

Sabtu ini Insya Allah kita akan bertemu lagi, berdoalah semua akan berjalan baik, kita akan main bersama, bersepeda, berfoto, melihat ikan di kolam, dan ritual lain yang biasa kita lakukan saat bersama. Anakku, jangan nakal, jangan bandel karena anak nakal dan bandel tidak masuk SORGA.

Okeh...
Peluk cium untukmu gadis kecil..
Love u...

← Older / Scroll Back Up / Newer →